Just Share. Semoga bermanfaat. Joint Now!!!

Wednesday, August 3, 2011

Generasi Emas, Bukan Sebatas ‘embel-embel’ Senior Pramuka

            Masih tergambar jelas dalam ingatan, saat kemarin saya masuk dalam dunia Kepanduan. Cucuran keringat tak lagi dapat menggambarkan rasa lelah yang terasa pada saat itu. Mata Cakap, Persami, Gladi Tangguh dan lain-lain menjadi moment yang tak bisa terganti. Mungkin itu yang disebut ‘Pengalaman adalah guru terbaik’, Pramuka memang telah menjadi gerbang pemulihan bagi generasi muda Indonesia.
            Sekarang ini, kita tengah merayakan Tahun Emas  Gerakan Pramuka Nasional. Lima puluh tahun sudah kepramukaan menata ahlak dan moral para tunas bangsa. Berbagai penghargaan pun selayaknya memang patut diberikan kepada Gerakan Pramuka Nasional.
            Namun ada sedikit cerita yang menggelitik dari pengalaman saya. Suatu hari saya pernah bertanya pada salah satu rekan pramuka sekwarcab. Saya bertanya mengenai tujuan dia masuk keanggotaan sebuah organisasi pramuka nonformal di Kabupaten. Lalu apa  jawabnya? Rekan saya menjawab “Abi mah hoyong cari pengalaman ameh tiasa janten senior pramuka berpangkat”. Sebuah jawaban polos yang tidak sepantasnya terlontar dari lisan seorang pramuka sejati.
            Terlepas dari cerita tersebut, ada banyak cerita lain yang  menggambarkan tentang niat seseorang menjadi anggota pramuka adalah hanya mencari status yang mereka anggap itu “Keren”. Tak salah memang, setiap orang berhak berpendapat. Namun apa hanya sebatas itukah Kepramukaan Indonesia? Menjadi seorang senior berpangkat yang selalu mencari-cari kesalahan adik juniornya dan kemudian menghukumnya dengan gaya perpeloncoan. Seperti itukah? Sungguh Ironis.
            Gerakan Pramuka bukan untuk ajang mencari jabatan, bukan untuk gaya-gayaan apalagi untuk mencari kekuasaan. Menjadi seorang anggota pramuka tidaklah mudah. Perlu kesabaran dan rasa tanggung jawab untuk membhaktikan 10 poin darma yang tak boleh dilupakan oleh seorang pramuka sejati. Kehidupan diluar sana, sangatlah jauh dari bayangan benak kita. Tantangan akan senantiasa mengiringi. Untuk itu kita perlu mempersiapkan diri dalam menyambut kehidupan yang sebenarnya melalui pendidikan kepramukaan.
            Sebagai calon penerus bangsa, sepatutnya kita memupuk moral yang baik minimal dengan menata diri terlebih dahulu. Niat adalah pondasi sebuah usaha. Jika niat kita sudah tidak baik, tentu hasilnya pun akan sia-sia. Menjadi anggota pramuka tak hanya cukup bergelimang jabatan. Hanya perlu kesungguhan dari nurani dan belajar menjadi pribadi yang dinamis.
            Pada tahun emas ini, kita sebagai pramuka Indonesia harus mengisi dengan berbagai perubahan positif. Perbaikilah niat kita. Jangan merusak citra baik Gerakan Pramuka Nasional. Untuk itu dari mulai sekarang mari jungjung tinggi ahlak dan moral kita. Agar di tahun emas ini lahir para Generasi Emas anggota pramuka Indonesia. Jaya negriku, jaya pramukaku!

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More