Just Share. Semoga bermanfaat. Joint Now!!!

Friday, September 20, 2013

Waktu Adalah Kutukan

Menginsafi sedari dulu
masa ini laun mengoyak seisi afeksi
maaf adalah kata tepat
namun bisa jadi basi

jika bayangan pori-porimu semakin nyata
apa daya semakin di kejar
bayangannya semakin hilang
biarlah

Sunday, September 8, 2013

Senja dan Cinta

Adalah hipotesis rasa
bukan sekedar kata-kata yang tersusun apik
opiniku menggeliat berbarengan batas waktu dan hati
untuk siapa? termenung
seperti layang-layang putus

kiatb-kitab waktu
kitab kemunafikkan
juz-juz rindu dan harap
gemar mengingatkan kenangan
ah. kenangan sembilu

Only Love

Ah mustahil
ah mungkin saja

banyak orang mengenang
banyak orang menyangkal

aku hanya saja memaknai keduanya
benar dan nyata

cinta sejati
atau
cinta mati

Friday, September 6, 2013

Renjana

Pada sayap-sayap patah
rapat mereguk renjana
wajahmu terseduh
secangkir kopi legit
ya. manis seperti wajahmu

ah hanya kata yang dapat ku sesap
di balik aktifits jejaring sosialmu
ah hanya potret yang dapat ku lihat
sudikah bertemu untuk sekedar saling pandang

Wednesday, September 4, 2013

Sajak Pasar Sepertiga Malam

Burung hantu bernyanyi dipersetiga malam 
jalanan sunyi bermelodikan salak anjing
terminal dan emper-emper pasar dihiasi setengahnya tua renta
matanya menyala menyinarkan kekurangan
raut yang gigil di belai angin

setengah penglihatan adalah mata pencarin
atau kah takdir dari sekelumit orang
ranumnya tulang-tulang pipi
menjadi jawaban kelelahan mereka

Persimpangan

Iba meraba diri
pada sepertiga malam
aku termakan peradaban
getir di ujung nafas pengharapan

lantas
sepi mengantarkan
mantra pada langit
cukup kah ini untuk mengubur dosa-dosa silam

Tuesday, September 3, 2013

Untuk Malam

Biarkan saja malam yang gigil
menari menggelepar-gelepar 
ditampar ingatan

Biarkan saja 
malam menggeligis
luap
tersentak kenangan

Sunday, September 1, 2013

Maaf

Maaf hanya ku tulis sajak cinta. 
Seperti yang pernah ku bilang
Cinta adalah TUHAN
kita siapa-siapa saja bisa dibuat apa-apa saja
pahamilah bukankah cinta begitu manis kita cecap

maaf lagi belajar

~i~


Saturday, August 31, 2013

Sajak Cinta

Sejak cinta mencecah bumi
akan aku pastikan 
cinta menyaba relung hatimu

sajak adalah simbol
menjadi ihwal dalam kata
menapaki simfoni karismamu

ah. memang sajak tak bertulang
ia datang ketika rindu bertengger di sela-sela ingatan

~i~

Aku Punya Ruang

Aku punya banyak ruang
tempat semacam anak-anak riang
bermain krayon dan buku-buku
yang setiap saat siap jadi coretan

Aku punya banyak ruang
tempat persinggahan dimana
kau lelah berlari
menjalani hati yang sepi

MOJO

Ah. virus apa
rambutmu membelai lamunanku
menyegarkan pilu di ulu hati
semacam fitrah halaman batinku

ah. bagaimana bisa
wajahmu memunuhi memoria
menjelma bayang-bayang
wajahmulah yang berkedip dalam mataku
likat melekat dalam

mendekat lah
mari menyusun ihwal peta
ya, peta yang terlahir baru dalam sejarah-sejarah
hidupmu dari hidupku

Kehadiran Diakhir Agustus

Di penghujung mimpi dan harap
angan dan angin saling serang
saling tikam
tak peduli batas

ah. lagi-lagi ada rasa suci
menyelinap di ulu hati
sakit dan gigil
mungkin wajar 

Kau

Kau merusak dada gelisah
dan
apa-apa saja yg menjadi
bagian dari mimpi-mimpi.

Kau bersarang hebat
di kepala
menjelma siapa?

suaramu tertanam
di pucuk-pucuk
malam.

~i~

Untitled I

Bila ini malam, pertama saat jumpa

matamu menjadi muasal
dari hatiku dari hatimu
tiba-tiba berperang kata
kita melukis 
seumpama kanak-kanak bermain krayon

rumah adalah istana yang hilang
dari setiap pertemuan
berlumur rindu

begitu semua cepat berubah
peluh

~i~

Serupa Air

Air adalah harapan
peruk benar
menyelinap pun 
barangkali

kau tak kan pernah pulang?
sayang

~i~

Yang Mencocok Jiwa!

Didadamu masih saja gelisah
pada pucuk-pucuk malam
jiwaku adalah nyawamu

tak ada sandi
tetap saja yang teramat
pada setiap tarikkan nafasmu

Catatan Sepi

Bukankah masa lalu
adalah kambing hitam
yang mengantarku pada pelukan fatamorgana
ngeri merontokkan asa

resonansi jiwa masih saja tak surut-surut 
ya, hanya bisa melukisnya sendiri
pada kata-kata yang menjalar 
di setiap pori-pori ingatan

Sajak Penantian

sedari pagi
geletar dalam dada
pertanda apa? pertanda siapa?
aku hanya gigil

di kota matiruangku temaram
di bawah cahaya bulan
lengang dalam penantian

harus kah kusunitkkan morfin
untuk sekedar meninggalkan sakit

~i~

Sekelumit Kau!

Pernah ku benci malam
kelam memudarkan bayangmu
dan ku rindukan siang
terangi sosokmu

melangkah tiada berarti
menghapus jejakmu

air sedingin salju putih
mengembun menetes
hati tak kan pernah 
mengerti, panas api…

~i~

Oktober 2010

Ah, kemiskinan adalah iblis
2010 adalah persimpangan
di penghujung tahun
jalan nampak basah
penuh kerikil di pagari baja
dalam ganjil
dalam sepi
udara penuh polusi hasad

Cinta Tak Hilang, Sayang!

di lesung pipimu
ingin ku selami
derasnya paras teduhmu
barangkali puisi 
membuka kewarasanmu

dipucuk subuh
ingatanku menganga
meledak lagi
menelanjangi akal

Hening

Langit menggulung
angin meniup awan
lalu
padam

diantara dentuman guruh
diserambi ini ku dengar pekikkan suara hati
mencabik seluruh misteri
menjarah seluruh rasa
menguap mengumpulkan hening

Rindu Tak Bertuan

Tidak boleh. tidak
ah. aku mabuk
harus mencekal siapa?

rindu

milik siapa?
tak bertuan

~i~

Angan Tak Bersarang

Andai rasa
bersetubuh peluk
untuk pulang
andai prosa bersarang
punya kandang tanpa pernah jemu

ah langit
takkan melamun
lagi 
malam ini

Senja Tunggu Sebentar

Senja tunggu sebentar
enggan ku berbarengan dengan
malam pekat
yang terikat pada sekat-sekat likat

bukankah kehidupan
laksana kematian bukan pilihan

senja tunggu sebentar
sebentar biar bersampan
berkayuh melewati petang-petang sejarah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More