Burung hantu bernyanyi dipersetiga malam
jalanan sunyi bermelodikan salak anjing
terminal dan emper-emper pasar dihiasi setengahnya tua renta
matanya menyala menyinarkan kekurangan
raut yang gigil di belai angin
setengah penglihatan adalah mata pencarin
atau kah takdir dari sekelumit orang
ranumnya tulang-tulang pipi
menjadi jawaban kelelahan mereka
pedagang kaki lima, kuli angkut pasar, tukang sayur, warung nasi,
pengamen, sopir-sopir yang tak pulang, kernet-kernet yang setia menemani sopir,
ah rupanya banyak
duh ingin ku toleh buku takdir
jika boleh memohon Tuhan
masa depanku jangan sampai seperti penglihatanku sekarang
tiba-tiba aku tersentak
ngilu di ulu hati
mata. angan. pikiran
yang meringis-ringis menahan nyeri
aku berjalan karena lapar
aku terpanggil pasar subuh karena perut kerontang
dipersetiga malam aku tersekap bayang-bayang
pendengaran dan penglihatan
semua tertuju pada mu oh ibu
wajahmu mencocok ingatanku
nun jauh disebrang lautan
sudahkah terlelap? atau sekedar istirahat sejenak?
mantra lagi ku bacakan mantra
semoga saja sampai.
Tuhan
terkabul untukmu ibu
Lembur Balong 3:41 4-September-2013
~i~


0 komentar:
Post a Comment