Just Share. Semoga bermanfaat. Joint Now!!!

Wednesday, September 4, 2013

Sajak Pasar Sepertiga Malam

Burung hantu bernyanyi dipersetiga malam 
jalanan sunyi bermelodikan salak anjing
terminal dan emper-emper pasar dihiasi setengahnya tua renta
matanya menyala menyinarkan kekurangan
raut yang gigil di belai angin

setengah penglihatan adalah mata pencarin
atau kah takdir dari sekelumit orang
ranumnya tulang-tulang pipi
menjadi jawaban kelelahan mereka


pedagang kaki lima, kuli angkut pasar, tukang sayur, warung nasi,
pengamen, sopir-sopir yang tak pulang, kernet-kernet yang setia menemani sopir,
ah rupanya banyak
duh ingin ku toleh buku takdir
jika boleh memohon Tuhan
masa depanku jangan sampai seperti penglihatanku sekarang

tiba-tiba aku tersentak 
ngilu di ulu hati
mata. angan. pikiran
yang meringis-ringis menahan nyeri 
aku berjalan karena lapar 
aku terpanggil pasar subuh karena perut kerontang

dipersetiga malam aku tersekap bayang-bayang 
pendengaran dan penglihatan
semua tertuju pada mu oh ibu
wajahmu mencocok ingatanku
nun jauh disebrang lautan
sudahkah terlelap? atau sekedar istirahat sejenak?

mantra lagi ku bacakan mantra 
semoga saja sampai. 
Tuhan
terkabul untukmu ibu 

Lembur Balong 3:41 4-September-2013
~i~

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More