Just Share. Semoga bermanfaat. Joint Now!!!

Saturday, August 31, 2013

Sajak Cinta

Sejak cinta mencecah bumi
akan aku pastikan 
cinta menyaba relung hatimu

sajak adalah simbol
menjadi ihwal dalam kata
menapaki simfoni karismamu

ah. memang sajak tak bertulang
ia datang ketika rindu bertengger di sela-sela ingatan

~i~

Aku Punya Ruang

Aku punya banyak ruang
tempat semacam anak-anak riang
bermain krayon dan buku-buku
yang setiap saat siap jadi coretan

Aku punya banyak ruang
tempat persinggahan dimana
kau lelah berlari
menjalani hati yang sepi

MOJO

Ah. virus apa
rambutmu membelai lamunanku
menyegarkan pilu di ulu hati
semacam fitrah halaman batinku

ah. bagaimana bisa
wajahmu memunuhi memoria
menjelma bayang-bayang
wajahmulah yang berkedip dalam mataku
likat melekat dalam

mendekat lah
mari menyusun ihwal peta
ya, peta yang terlahir baru dalam sejarah-sejarah
hidupmu dari hidupku

Kehadiran Diakhir Agustus

Di penghujung mimpi dan harap
angan dan angin saling serang
saling tikam
tak peduli batas

ah. lagi-lagi ada rasa suci
menyelinap di ulu hati
sakit dan gigil
mungkin wajar 

Kau

Kau merusak dada gelisah
dan
apa-apa saja yg menjadi
bagian dari mimpi-mimpi.

Kau bersarang hebat
di kepala
menjelma siapa?

suaramu tertanam
di pucuk-pucuk
malam.

~i~

Untitled I

Bila ini malam, pertama saat jumpa

matamu menjadi muasal
dari hatiku dari hatimu
tiba-tiba berperang kata
kita melukis 
seumpama kanak-kanak bermain krayon

rumah adalah istana yang hilang
dari setiap pertemuan
berlumur rindu

begitu semua cepat berubah
peluh

~i~

Serupa Air

Air adalah harapan
peruk benar
menyelinap pun 
barangkali

kau tak kan pernah pulang?
sayang

~i~

Yang Mencocok Jiwa!

Didadamu masih saja gelisah
pada pucuk-pucuk malam
jiwaku adalah nyawamu

tak ada sandi
tetap saja yang teramat
pada setiap tarikkan nafasmu

Catatan Sepi

Bukankah masa lalu
adalah kambing hitam
yang mengantarku pada pelukan fatamorgana
ngeri merontokkan asa

resonansi jiwa masih saja tak surut-surut 
ya, hanya bisa melukisnya sendiri
pada kata-kata yang menjalar 
di setiap pori-pori ingatan

Sajak Penantian

sedari pagi
geletar dalam dada
pertanda apa? pertanda siapa?
aku hanya gigil

di kota matiruangku temaram
di bawah cahaya bulan
lengang dalam penantian

harus kah kusunitkkan morfin
untuk sekedar meninggalkan sakit

~i~

Sekelumit Kau!

Pernah ku benci malam
kelam memudarkan bayangmu
dan ku rindukan siang
terangi sosokmu

melangkah tiada berarti
menghapus jejakmu

air sedingin salju putih
mengembun menetes
hati tak kan pernah 
mengerti, panas api…

~i~

Oktober 2010

Ah, kemiskinan adalah iblis
2010 adalah persimpangan
di penghujung tahun
jalan nampak basah
penuh kerikil di pagari baja
dalam ganjil
dalam sepi
udara penuh polusi hasad

Cinta Tak Hilang, Sayang!

di lesung pipimu
ingin ku selami
derasnya paras teduhmu
barangkali puisi 
membuka kewarasanmu

dipucuk subuh
ingatanku menganga
meledak lagi
menelanjangi akal

Hening

Langit menggulung
angin meniup awan
lalu
padam

diantara dentuman guruh
diserambi ini ku dengar pekikkan suara hati
mencabik seluruh misteri
menjarah seluruh rasa
menguap mengumpulkan hening

Rindu Tak Bertuan

Tidak boleh. tidak
ah. aku mabuk
harus mencekal siapa?

rindu

milik siapa?
tak bertuan

~i~

Angan Tak Bersarang

Andai rasa
bersetubuh peluk
untuk pulang
andai prosa bersarang
punya kandang tanpa pernah jemu

ah langit
takkan melamun
lagi 
malam ini

Senja Tunggu Sebentar

Senja tunggu sebentar
enggan ku berbarengan dengan
malam pekat
yang terikat pada sekat-sekat likat

bukankah kehidupan
laksana kematian bukan pilihan

senja tunggu sebentar
sebentar biar bersampan
berkayuh melewati petang-petang sejarah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More