di lesung pipimu
ingin ku selami
derasnya paras teduhmu
barangkali puisi
membuka kewarasanmu
dipucuk subuh
ingatanku menganga
meledak lagi
menelanjangi akal
cinta tak kan pernah mati
sayang
tak ada yang hilang
terjaga dalam
segelas kopi hitam likat
~i~


0 komentar:
Post a Comment