Didadamu masih saja gelisah
pada pucuk-pucuk malam
jiwaku adalah nyawamu
tak ada sandi
tetap saja yang teramat
pada setiap tarikkan nafasmu
kapan bisa mencium senyummu?
sementara lukamu belum ku obati
bagaimana cara meredakan gelisahmu?
jiwaku, kan kerontang?
mencecap kebahagiaan
bersama adalah mimpi
pada setiap dupa yang menjadi debu
semoga
~i~


0 komentar:
Post a Comment