Iba meraba diri
pada sepertiga malam
aku termakan peradaban
getir di ujung nafas pengharapan
lantas
sepi mengantarkan
mantra pada langit
cukup kah ini untuk mengubur dosa-dosa silam
mampukah memberi titik terang
pada persimpangan
ah. aku hanya menghibur diri
dengan ucapan dan mantra-mantra yang terbang
nyatanya sajak tak mampu mewakili
menyapu kekhilafan
tetap saja
aku dan malam-malam
angin. sunyi. rembulan
jalan-jalan setapak
jalan-jalan berduri
oh persimpangan
perjudian masa depan
~i~


0 komentar:
Post a Comment