Adalah hipotesis rasa
bukan sekedar kata-kata yang tersusun apik
opiniku menggeliat berbarengan batas waktu dan hati
untuk siapa? termenung
seperti layang-layang putus
kiatb-kitab waktu
kitab kemunafikkan
juz-juz rindu dan harap
gemar mengingatkan kenangan
ah. kenangan sembilu
warnanya tak mambang lagi
ronanya lebam terlarut biru
oh. rasa yang terpatri
sulit ku meleburnya
hei. senja yang kita kenal dulu
usang kah?
atau luruh dimakan musim dan pria itu
hei. cinta yang kita semai dulu
rontok kah?
~i~


0 komentar:
Post a Comment