Pada sayap-sayap patah
rapat mereguk renjana
wajahmu terseduh
secangkir kopi legit
ya. manis seperti wajahmu
ah hanya kata yang dapat ku sesap
di balik aktifits jejaring sosialmu
ah hanya potret yang dapat ku lihat
sudikah bertemu untuk sekedar saling pandang
aku terbelenggu jiwamu
yang tak jua pergi dari batin
sedari dulu
sadarkah kau
disini ku menunggu?
cinta menyapa kembali
seperti warna merah jambu yang kita usung dulu
Sajak renjana
penuh cinta
penuh rindu
dari hati yang dalam
dan selalu istikamah
~i~


0 komentar:
Post a Comment